Saat Ingin Menikmati Santap Tenang Bersama Orang Tua, Seporsi Hidangan di Dekat Stasiun Gangnam

Tiga tempat pilihan yang diperhatikan mulai dari bumbu dan tekstur makanan hingga suasana untuk berbincang santai

Sajian Haedamchae dengan aneka sashimi, rumput laut, dan hidangan ikan

Makan bersama orang tua tidak cukup hanya dengan memilih menu yang lezat. Kita juga memikirkan apakah makanannya tidak terlalu berbumbu tajam, serta apakah mereka bisa menyantap suapan demi suapan dengan nyaman sambil mengobrol. Daripada sekadar piring yang disajikan mewah, saya lebih lama mengingat santapan yang bisa dinikmati dengan santai hingga akhir tanpa obrolan yang terputus.

Ada hari saat saya ingin menikmati alur hanjeongsik set course yang tenang, ada pula hari saat ingin membungkus sashimi dengan rumput laut atau menikmati semangkuk gomtang berkuah bening. Di sekitar Stasiun Gangnam, saya memilih tiga meja makan dengan rasa hidangan dan suasana bersantap yang sama-sama menyenangkan.

Daonjeong

Tempat nyaman dengan hanjeongsik berbumbu lembut dan alur set course yang pas dengan tempo makan

Sajian hanjeongsik Daonjeong berupa ikan bakar, nasi, sup, dan hidangan pendamping

Percakapan mengalir alami setiap kali satu piring berganti

Set course keluar secara berurutan, menyenangkan karena hidangannya tidak terputus dan tidak pula disajikan menumpuk sekaligus. Piring berikutnya hadir mengikuti kecepatan santap kami, sehingga kami bisa melanjutkan makan dengan leluasa di sela-sela obrolan. Saat bersantap bersama orang tua, daripada sibuk mendengarkan penjelasan menu, saya lebih menyukai alur seperti ini yang menyisakan ruang untuk saling bercerita.

Mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan utama, bumbunya tidak berlebihan dan rasa asli bahannya tetap terasa, ini juga sangat saya sukai. Meski mencicipi beberapa piring, tidak ada rasa bumbu pekat yang tertinggal terus di lidah. Di hari menjamu orang tua, daripada menyajikan banyak makanan baru yang asing, saya lebih dulu memikirkan apakah mereka bisa menyantapnya dengan nyaman sampai akhir.

Piring hidangan pembuka Daonjeong berisi daging dan pelengkapnya

Santapan baru terasa lengkap setelah menikmati galbi lalu ditutup nasi periuk

Kombinasi hidangan galbi dan sotbap benar-benar membuat rindu. Lauk pendampingnya pun menggugah selera untuk dicicipi satu per satu, berbeda dengan santap yang hanya berfokus pada menu utama saja. Saat menikmati hanjeongsik, jika nasi di akhir terasa kurang memuaskan, hidangan sebelumnya pun jadi terasa pudar di ingatan; namun di sini sajian penutup nasinya lezat, meninggalkan rasa puas seperti dijamu dengan sepenuh hati.

Hidangan galbi Daonjeong dengan taburan sayuran di atasnya

Suasana bersantap khusus keluarga di dalam ruang privat yang tenang

Di ruang tersendiri, kami sekeluarga bisa mengobrol dengan sangat leluasa. Suasana yang tenang dan pelayanan yang penuh perhatian berpadu serasi dengan kerapian hidangannya. Daripada santap yang penuh ketegangan hanya karena merupakan momen penting, saya lebih menyukai suasana di mana orang tua dapat berbincang santai dan saya pun bisa menikmati hidangan.

Alasan Daonjeong terlintas di benak saat ingin makan santai bukan hanya karena menunya banyak. Itu karena makanannya yang tidak berlebihan serta tempat duduk yang nyaman untuk mengobrol ikut melekat di ingatan. Tempat ini akan saya pilih saat ingin menikmati galbi, lauk pendamping, dan nasi periuk dalam satu hidangan utuh.

Ruang privat dan meja makan Daonjeong yang masih kosong

Lokasi Line Building, 16 Teheran-ro 14-gil, Gangnam-gu, Seoul

Haedamchae Gangnam

Meja hidangan khas Namdo dengan keseruan membungkus sashimi bersama rumput laut serta masakan ikan hangat

Sashimi Haedamchae, bungkusan rumput laut, ikan bakar, dan hidangan hangat

Sepotong sashimi terasa berbeda tergantung pada pembungkusnya

Cara menikmati sekkosi di atas miyeok atau rumput laut sungguh memikat. Jika dipadukan dengan daun perilla, gim, dan ssamjang, satu jenis sashimi pun bisa dinikmati dengan kombinasi rasa yang berganti-ganti. Saat makan bersama orang tua yang menyukai makanan laut, daripada menghabiskan satu piring dengan tergesa-gesa, saya lebih menyukai meja makan di mana kita bisa menyantap sepotong demi sepotong sesuai selera.

Sashimi campur menghadirkan tekstur kenyal yang khas, dan ganjang-gejang memiliki rasa gurih sedap yang berpadu sempurna dengan nasi tanpa rasa asin yang berlebihan. Haedamchae adalah tempat yang ingin saya tuju bukan sekadar untuk menyantap sashimi terus-menerus, melainkan saat ingin menikmati makanan laut bersama nasi dan hidangan pendamping.

Meja makan Haedamchae dengan sashimi, rumput laut, dan hidangan ikan

Kenikmatan menyantap ikan renyah dan olahan rebusan bersama nasi

Ikan goreng mudah disantap karena staf membantu merapikannya, dan sausnya berpadu pas dengan tekstur yang renyah. Rebusan kimchi bersama ikan makerel serta tumis gurita jjukumi beraroma asap terasa semakin memuaskan saat dimakan bersama nasi. Peralihan dari sashimi dingin ke hidangan hangat membuat santapan terasa tidak monoton.

Meja makan Haedamchae dengan olahan ikan, nasi, dan rumput laut

Mengingat kenyamanan ruang privat sekaligus perbedaan pelayanannya

Makan di dalam ruang privat yang hangat dan rapi membuat suasana kumpul keluarga terasa jauh lebih tenang. Bumbu makanannya pas dan isian menunya terasa padat berisi saat dinikmati bersama orang tua, itu hal yang menyenangkan. Saya teringat Haedamchae di hari ketika ingin menjamu keluarga penggemar hasil laut dengan aneka ragam rasa.

Namun, bukan berarti pelayanannya akan selalu memiliki kecepatan yang sama hanya karena ruangannya nyaman. Saat jam sibuk, waktu tunggu setelah memanggil staf terasa agak lama, dan saya juga pernah mendapati kondisi piring yang kurang memuaskan. Di samping kenangan akan kelezatan makanan dan tempat duduk yang nyaman, saya ingin mengingat hal-hal ini agar bisa meluangkan waktu bersantap dengan lebih longgar.

Ruang privat dan meja makan Haedamchae yang masih kosong

Lokasi Lantai B1 Yeoksam 823 Building, 70 Nonhyeon-ro 85-gil, Gangnam-gu, Seoul

Geumnyeong Gomtang Yeoksam

Di hari saat semangkuk kuah bening dan daging lembut lebih menggoda daripada aneka hidangan beruntun

Gomtang kuah bening Geumnyeong Gomtang dengan taburan daging dan daun bawang

Meski tampak bening, rasa kaldunya sama sekali tidak hambar

Gomtang ini bukan jenis kuah putih susu, melainkan kuah bening dengan cita rasa yang dalam. Dagingnya tidak berbau amis dan kaldunya menyegarkan, memberikan kepuasan nyata dari semangkuk sajian. Saya juga teringat porsinya yang melimpah dan rasa kuahnya yang begitu lezat saat dinikmati bersama orang tua.

Minari gomtang memadukan aroma daun minari yang harum dengan lembutnya daging hanwoo. Rasa toryeom yang membuat kaldu meresap ke dalam nasi berpadu dengan keseruan mencari kue beras tteokguk tteok di dalamnya. Bagi saya, jamuan yang baik tidak harus selalu berupa meja penuh aneka hidangan. Jika nasi, daging, dan kuahnya memuaskan hati, semangkuk saja sudah cukup mengenyangkan.

Kuah Geumnyeong Gomtang berisi minari dan daging, disajikan bersama kimchi

Nasi semakin lahap disantap karena hidangan pendampingnya lezat

Meja makan tidak hanya dilengkapi kimchi, tetapi juga beragam lauk pendamping yang bisa diambil seperti daun perilla berbumbu, lobak kering gurih, dan kongjaban. Menikmati kuah dan daging yang diselingi lauk membuat semangkuk santapan tidak membosankan. Momen bersantap bersama orang tua dengan gomtang, minari gomtang, serta tambahan myeongtaehoe-muchim pun terasa memuaskan sejak suapan hidangan pendamping.

Sendok berisi nasi, kimchi, dan daging di atas kuah bening Geumnyeong Gomtang

Tempat yang ingin dikunjungi bersama orang tua secara santai meski tanpa acara besar

Tempatnya luas dan bersih, sambutan stafnya pun ramah dan menyenangkan. Menurut saya, momen berkumpul bersama orang tua tidak harus bertepatan dengan hari ulang tahun atau perayaan tertentu. Di hari saat ingin menikmati gomtang hangat dan nasi lezat daripada memilih banyak sajian berurutan, restoran seperti inilah yang lebih mudah terlintas di benak.

Meja kosong dan area duduk yang luas di Geumnyeong Gomtang

Lokasi Lantai 1, 1 Bongeunsa-ro 4-gil, Gangnam-gu, Seoul

Jika ingin mengobrol tenang mengikuti alur hidangan berurutan, saya memilih Daonjeong; jika ingin menikmati aneka makanan laut mulai dari bungkusan rumput laut hingga hidangan ikan hangat, saya memilih Haedamchae. Di hari saat semangkuk nasi dan kuah bening lebih menggugah selera daripada aneka piring, Geumnyeong Gomtang adalah pilihan yang tepat.

Menikmati makan secara perlahan bersama orang tua sedikit berbeda dengan sekadar duduk berlama-lama tanpa tujuan. Memilih rasa yang mereka sukai dan menyantapnya perlahan suapan demi suapan sambil melanjutkan obrolan terasa jauh lebih berharga bagi saya.